Tips Menghindari Malpraktek

Untuk menghindari kemungkinan tindakan malpraktik yang dilakukan dokter, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasien. Yang jelas, ia harus aktif. Ini juga untuk menumbuhkan kesadaran pasien atas hak-hak yang dimilikinya saat menghadapi dokter. Apa yang dapat dilakukan pasien, simak  saran dari dr. Bahar Azwar, Sp.B.Onk.:

- Jangan menerima mentah-mentah apa yang dikatakan dokter. Jika ada yang tidak Anda mengerti, segeralah bertanya. Dengan bertanya, paling tidak Anda akan tahu alasan dokter memvonis penyakit Anda.

- Jangan menganggap dokter tahu segalanya. Jika dokter terlihat ragu pada diagnosa yang ia buat, segeralah bertanya.

- Usahakan Anda mengerti masalah hukum dan etika yang mengatur hak dan kewajiban pasien dan dokter. Bahan bisa Anda peroleh dari mana saja, sperti buku, majalah, teve, dan lain-lain.

- Cari tahu segala hal tentang dokter dan pengobatan yang ditawarkan. Dengan demikian, Anda tidak akan dirugikan oleh pelayanan dokter. Atau paling tidak, jika merasa dirugikan, Anda dapat menuntut pelayanan yang lebih baik.

- Jangan takut meminta pendapat kedua pada pihak lain, entah itu dokter atau pengobat tradisional.  Jika merasa ragu, pindah dokter juga dibolehkan asal Anda tahu apa yang Anda lakukan.(forumkesehatan/yon/foto:corbis/rileks)

Internet Kurangi Keharmonisan Keluarga?

Studi penemuan ini dilakukan oleh peneliti Digital Future di USC Annenberg Sekolah Komunikasi, Amerika Serikat.

Studi ini menunjukkan bahwa persentase orang, yang mengatakan mereka kurang menghabiskan waktu bersama anggota keluarga ketika menjelajah internet di rumah, meningkat hampir tiga kali lipat dari 11 persen pada 2006 menjadi 28 persen pada 2008.

Para peneliti mengatakan bahwa total waktu (jam) yang dikhususkan untuk keluarga menurun tajam selama ini tiga tahun terakhir.

Menurut mereka, yang menerima laporan dari keluhan setiap keluarga, penggunaan internet oleh anggota keluarganya meningkat 40 persen lebih pada periode yang sama.

Michael Gilbert, penulis dari The Disposable Pria, mengatakan bahwa keluarga yang mengalami minimnya waktu bersama keluarga dengan pengaruh lonjakan pertumbuhan jaringan sosial serta pentingnya orang-orang disekitar, adalah kecenderungan pertama yang dilaporkan pada Pusat survei tahun 2007.

Gilbert menyarankan pihak keluarga mampu mengatur perihal penerapan pola pemakaian internet, meskipun pendapatan rumah tangga melimpah namun pengikisan waktu bersama keluarga lebih penting. Data menyebutkan 35 persen mengalami pengurangan waktu tatap muka.

Seorang perempuan melaporkan, ia seringkali diabaikan oleh anggota keluarganya ketika sedang mengakses internet. Hubungan komunikasi jadi terhambat karenanya, para peneliti menggambarkan.

Gilbert, yang fokus pada masalah-masalah keluarga dan jender, berpikir bahwa hal ini mencerminkan adanya berbagai penekanan antar hubungan jenis kelamin, keseimbangan perempuan muncul saat mereka menggunakan komputer di rumah, pertanggungjawaban atas semua yang dilakukannya selama berinternet turut pula membawa mereka kehilangan waktu keluarga.

Kecenderungan tersebut menjelaskan bahwa keharmonisan sebuah keluarga dapat terpecah. Hilangnya rasa saling melengkapi berubah menjadi anggota apatis dan menutup diri terhadap dunia diluar dirinya. Bila terlalu lama membiarkan hal ini terjadi, tentu persoalan akan datang dikemudian hari. Maka lakukan pengaturan yang bijak dalam memanfaatkan internet.
 Rileks.com)

Beda Pria dan Wanita Mengakses Facebook

Demam Facebook tak dipungkiri telah  menyerang seluruh pengguna internet di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tingginya jumlah pengakses situs ‘buku muka’ itu membuat para peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

Peneliti dari Queensland University of Technology, Professor Rebekah Russell-Bennett dan Dr Larry Neale mencoba untuk meneliti tentang perbedaan motivasi pria dan wanita dalam mengakses Facebook, khususnya aplikasi yang ditawarkan dalam situs tersebut.

Kedua peneliti itu, meneliti sejumlah aplikasi yang sering dimainkan oleh para Facebooker seperti, ‘Superpoke’, ‘Mousehunt’ dan ‘Scrabble’, selain itu peneliti juga mengamati status-status yang ditulis oleh para anggota. Demikian dilansir Times of India, Selasa (23/6/2009).

Menurut Russell-Bennet, ada perbedaan motivasi antara pria dan wanita dalam mengakses Facebook. Dari hasil pengamatannya, Russell melihat, wanita lebih sering mengekspresikan dirinya dalam Facebook, sedangkan pria lebih banyak berkaitan dengan semangat kompetisi. “Pria menggunakan Facebook lebih banyak untuk menunjukkan siapa yang terbaik,” katanya.

Hasil penelitian juga menunjukkan, aplikasi yang sering digunakan oleh jutaan pengguna Facebook adalah aplikasi yang mudah dan murah. “Banyak pengembang aplikasi yang telah membelanjakan uangnya untuk mengembangkan aplikasi tapi justru tidak laku dan tak maksimal,” ujarnya. (Okezone)

Posted in Info. Tag:. 2 Comments »

Kenali Tanda-tanda Anda Kecanduan Facebook

Sejak diluncurkan 4 Februari 2004, situs jejaring sosial facebook telah memikat jutaan hati penggunanya. Mulai siswa sekolah, ibu rumah tangga, selebriti, hingga politisi, kini memiliki jejaring sosial facebook.

Berkat kemajuan teknologi, kini kita pun dapat memperbarui status facebook dan mengomentari foto setiap saat. Ada yang kurang bila sehari tidak masuk ke situs ini.

Dan melakukan aktivitas “facebook-ing”. Manfaat facebook memang tak cuma untuk pergaulan, tapi juga sarana komunikasi, mencari pekerjaan, hingga kampanye. Sayangnya kesibukan mengutak-atik facebook membuat banyak orang kini lebih banyak menghabiskan waktu ketimbang bekerja.

Tak heran bila banyak perusahaan yang mulai menerapkan kebijakan mengeblok situs ini di kantor. Sebuah penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara facebook dengan meningkatnya angka perceraian di Inggris dan Australia.

Nah, apakah Anda termasuk dalam orang yang hidupnya mulai dikendalikan facebook? Simak 10 tanda berikut ini:

1. Facebook telah menjadi homepage internet di komputer atau laptop Anda.

2. Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman.

3. Daftar teman Anda sudah melebihi angka 500 orang dan setengahnya hampir tidak dikenal.

4. Bila sedang jauh dari komputer, Anda mencek facebook melalui BlackBerry, iPhone, atau ponsel pintar lainnya.

5. Rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari, meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

6. Anda mengubah profile foto lebih dari 12 kali.

7. Anda membaca artikel ini sambil mencek facebook.

8. Anda membersihkan “wall” agar terlihat sudah lama tidak masuk ke fb.

9. Anda menjadi anggota lebih dari 10 grup dan merespons setiap undangan meski sebenarnya tak berminat.

10. Anda mengubah status hubungan hanya untuk meningkatkan popularitas di facebook.

Sumber: iGaul/Ketok